Tips Memilih Softlens Untuk Pemula

Sedang menimbang-nimbang untuk membeli softlens? Jangan sampai asal memilih hanya karena ingin ikut-ikutan tren. Juga jangan mudah termakan isu mengenai softlens yang bisa membahayakan kesehatan mata. Karena penggunaan softlens sebenarnya juga sudah disetujui para ahli mata di seluruh dunia. Kebutaan, iritasi, dan masalah lain terkait softlens biasanya berakar dari pemilihan, penggunaan, dan perawatan softlens yang tidak tepat.

Penggunaan softlens yang aman berawal dari pemilihan produk yang tepat. Untuk Anda yang masih pemula, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih softlens.

1. Tentukan tujuan penggunaan terlebih dahulu

Apa tujuan Anda memakai softlens? Sebagai alat optik pengganti kacamata atau untuk fashion? Jika yang Anda perlukan adalah softlens untuk fashion, pilihan Anda lebih beragam. Ada berbagai jenis softlens warna yang bisa dipertimbangkan. Ada softlens warna dengan 1 tone, 2 tones, hingga 4 tones. Softlens seperti ini juga bisa digunakan sebagai pelengkap riasan untuk pesta, wisuda, atau acara lainnya.

Jika Anda memerlukan softlens sebagai pengganti kacamata, tentunya Anda harus mengutamakan kualitas dan faktor kenyamanan terlebih dahulu.

Untuk konsumen yang masih duduk di bangku sekolah atau bekerja di institusi pemerintah tertentu, biasanya disarankan untuk memakai softlens dengan warna netral. Untuk keperluan ini, Anda bisa memilih softlens bening atau yang berwarna hitam dan coklat gelap.

2. Pilih softlens ukuran standar atau big eyes

Tentukan apakah Anda menginginkan softlens dengan ukuran standar atau yang bisa memberikan kesan mata lebih lebar. Biasanya softlens seperti ini dicari oleh mereka yang memiliki mata sipit atau terlalu kecil.

Standar atau big eyes, Anda masih tetap harus memperhitungkan diameter dan base curve softlens. Pasalnya ukuran yang tidak tepat akan membuat mata terasa tidak nyaman.

Yang dimaksud base curve (BC) adalah kelengkungan lensa kontak. Semakin kecil ukurannya, semakin ketat posisi lensa pada kornea mata. Biasanya ini akan membuat mata lebih mudah pedih dan mengakibatkan sensasi rasa mengganjal. Softlens yang beredar di Indonesia memiliki BC 8.6 mm hingga 8.8 mm.

Berbeda dengan base curve, diameter yang lebih kecil akan menjadikan posisi softlens lebih longgar di kornea dan begitu juga sebaliknya. Bentuk kornea yang lebih menonjol akan membuat posisi softlens dengan diameter besar dan sklera (area di sekitar kornea) berhimpitan. Dengan kata lain softlens terpasang terlalu ketat dan bisa menghambat pembaruan air mata.

3. Tentukan power range softlens

Apakah mata Anda tergolong normal, plus, atau minus? Jika normal, Anda bisa memilih softlens plano. Untuk mata minus, biasanya tersedia softlens dengan power range hingga -6 DD.

Perlu diingat, ukuran minus lensa kontak biasanya diturunkan 0,25 dari ukuran minus kacamata. Jadi kalau ukuran minus Anda adalah -1,00, maka ukuran minus softlens yang sesuai untuk Anda adalah -0,75. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa meminta tes ketajaman penglihatan dari ahli mata terlebih dahulu.

Softlens untuk hipermetropia atau pemilik mata plus biasanya tidak diproduksi secara massal. Mungkin Anda harus membeli produk yang dibuat secara khusus.

Biasanya tingkat ketajaman penglihatan pada kedua mata berbeda. Jadi Anda harus membeli dua pasang softlens dengan ukuran berbeda untuk mendapatkan penglihatan yang paling jelas.

4. Tentukan apakah mata sensitif atau tidak

Jika mata Anda tergolong sensitif, dalam artian mudah iritasi atau merah, pilih softlens yang cocok untuk mata sensitif. Softlens dengan water content tinggi (>50%) cenderung mudah menyerap cairan, sehingga cocok untuk mereka yang matanya mudah berair. Sementara water content rendah (<50%) lebih sesuai untuk pemilik mata kering, karena tidak mudah menyerap cairan mata.

Normalnya softlens dengan water content tinggi lebih nyaman digunakan. Namun saat ini teknologi pembuatan lensa kontak sudah berkembang pesat, jadi Anda bisa menemukan softlens yang menawarkan kemampuan menghantar oksigen yang jauh lebih baik terlepas kadar airnya.

Beberapa orang juga memiliki mata yang mudah pedih. Pemakaian softlens untuk pertama kali biasanya menjadi masalah, karena softlens direndam dalam saline (larutan garam) yang bisa membuat mata merah. Untuk itu, sebaiknya cuci kembali lensa dengan air biasa yang steril sebelum digunakan.

5. Pilih softlens yg memiliki izin edar resmi dan berkualitas

Saat ini softlens sangat mudah ditemukan di pasaran. Harganya sangat terjangkau, bahkan yang tak sampai Rp20.000,- pun ada. Namun Anda harus berhati-hati dengan produk seperti ini.

Untuk memastikan softlens yang dipakai berkualitas atau tidak, pastikan ada AKL yang tertera dalam kemasan. Deretan angka ini membuktikan bahwa produk sudah terdaftar dan mendapat ‘cap’ layak pakai oleh badan-badan pemerintah terkait.

6. Cek umur manfaat softlens

Umumnya softlens yang tersedia di pasaran Indonesia adalah softlens disposable yang harus dibuang setelah sekali pemakaian atau softlens bulanan. Softlens bulanan pun memiliki masa pakai yang beragam, yaitu 1 bulan, 3 bulan, atau 6 bulan. Ada juga yang umur manfaatnya mencapai 1 tahun.

Anda bisa mengecek keterangan mengenai masa pakai softlens di kemasan. Demi kesehatan mata, jangan sekali-sekali melanggar ketentuan masa pakai softlens.

7. Perhatikan cara merawat dan memakai softlens yang benar

Agar softlens awet dan kesehatan mata selalu terjaga, intinya adalah memakai, membersihkan, dan menyimpan lensa dengan cara yang benar.

Sebelum menyentuh softlens, pastikan tangan sudah dicuci bersih. Lensa harus rutin dibersihkan dengan cairan pembersih yang tepat (bukan air keran), dan kemudian disimpan di wadah yang kedap udara dan diletakkan di ruangan yang tidak terlalu lembap.

8. Pilih cairan yang tepat untuk memberikan softlens

Cairan pembersih yang biasa disebut air softlens atau solution pun terdiri dari beberapa jenis. Ada yang lebih cocok untuk mata normal dan ada yang lebih pas digunakan untuk mata sensitif.

Kebanyakan jenis solution yang mudah ditemukan pasaran saat ini adalah jenis multipurpose solution. Cairan seperti ini biasanya berfungsi membersihkan residu, mensterilkan, dan melembapkan lensa sekaligus.

Jika softlens yang Anda gunakan bermaterial silicone hydrogel, lebih baik menggunakan solution dengan kualitas paling tinggi. Biasanya harganya memang sedikit mahal.

Perlu diingat juga, masa aktif solution adalah 90 hari setelah segel dibuka. Jika Anda juga menggunakan tetes mata untuk mendampingi penggunaan softlens, harap diingat produk ini hanya aman digunakan selama 60 hari setelah segel dibuka.

9. Siapkan kaida untuk menyimpan lens case

Biasanya dalam kotak produk softlens sudah tersedia lens case untuk menyimpan softlens jika tidak sedang dipakai. Untuk menjaga higienitas, ada baiknya juga jika Anda meletakkan lens case di dalam kaida. Biasanya wadah ini juga sudah dilengkapi dengan cermin, pinset, wadah solution mini, dan stik pengaduk solution. Jadi lebih praktis juga untuk dibawa bepergian.

10. Padankan dengan makeup mata yang sesuai

Setelah memilih softlens yang sesuai, tidak ada salahnya kalau Anda juga menyempurnakan penampilan dengan makeup mata yang sesuai. Apalagi kalau softlens yang Anda pilih memiliki corak warna cantik.

Softlens bisa membantu wajah Anda terlihat lebih segar secara instan. Tinggal padankan dengan sedikit eyeshadow warna putih di pangkal mata dan lentikkan bulu mata dengan maskara. Mata pun terlihat lebih hidup.

Demikian tips-tips bermanfaat untuk memilih softlens bagi Anda yang masih pemula. Intinya silakan pilih produk yang sesuai dengan kondisi mata Anda. Jangan memaksakan diri untuk memakai produk dengan harga terjangkau atau sekadar trendy jika kesehatan mata adalah risikonya.

Tantri Setyorini

Content writer dan blogger yang kepingin naik level dari jack of all trades ke master of at least one thing

Tinggalkan komentar