Belajar Seputar Teks Prosedur

Di dunia kepenulisan, kita mengetahui bermacam jenis teks. Teks-teks tersebut memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing. Ada yang difungsikan sebagai berita, cerita, atau bahkan prosedur. Salah satu teks yang sering kita jumpai, khusunya yang difungsikan sebagai petunjuk, kita mengenal teks prosedur. Teks ini ditujukan untuk memberitahu pembacanya mengenai langkah-langkah melakukan sesuatu. Namun, seperti apakah teks prosedur itu? Mari bersama-sama kita mengupas tuntas segala tentang teks prosedur.

Pengertian Teks Prosedur

Secara garis besar, teks prosedur merupakan teks yang berisikan tentang tahap-tahap atau langkah-langah yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Bisa jadi itu berupa langkah-langkah memasak, merakit sesuatu, melakukan sesuatu, atau bahkan tahap-tahap dalam mengikuti suatu prosedur. Teks jenis ini memiliki tujuannya masing-masing dan mempunyai ciri khasnya sendiri.

Ciri-ciri Teks Prosedur

Pada umumnya, tiap-tiap jenis teks mempunyai ciri-cirinya masing-masing, tak terkecuali teks prosedur. Teks ini juga mempunyai ciri-cirinya sendiri yang mana sangat mudah dibedakan dari jenis teks lainnya. Berikut adalah ciri-cirinya:

  1. Menggunakan pola kalimat perintah atau imperatif

Secara keseluruhan, teks ini berisi banyak kalimat perintah sebagai mana nama dari teks itu sendiri—teks prosedur. Kalimat perintah sendiri mengandung makna memerintah/meminta seseorang untuk melakukan sesuatu.

Contoh:

  • Tolong tutup pintu itu!
  • Jangan membuat kegaduhan!
  • Taruh pekerjaanmu yang telah selesai di mejaku!
  1. Menggunakan kata kerja aktif

Kata yang banyak digunakan dalam jenis teks ini adalah kata kerja yang memberikan suatu tindakan kepada objek yang menjadi sasarannya.

Contoh:

  • Memakan
  • Membungkus
  • Menyiram
  • Memegang dan lain-lain
  1. Menggunakan kata penghubung untuk mengurutkan kegiatan

Sehubungan dengan struktur teksnya yang mana menunjukkan sebuah prosedur, maka teks ini banyak menggunakan kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang bersifat kronologis. Semua terdiri dari tahap-tahap atau langkah-langkah dalam urutan yang kronologis.

Contoh:

  • Kemudian
  • Setelah itu
  • Lalu
  • Berikutnya
  • Selanjutnya dan lain-lain
  1. Menggunakan kata keterangan sebagai informasi detail

Teks prosedur dapat menggunakan kata keterangan tambahan supaya informasi mengenai prosedur yang diberikan lebih jelas dan tidak menimbulkan tanya. Kata keterangan itu bisa berupa kata yang menyatakan rincian waktu, tempat, dan cara yang akurat. Intinya, dengan kata keterangan, prosedur yang disampaikan menjadi lebih jelas dan terarah.

Contoh:

  • Aku harus pergi ke rumah nenek sekarang.
  • Ayah mengiris wortel menggunakan pisau tajam.

Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur

Dalam penulisan teks prosedur, salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah kaidah kebahasaannya. Seperti jenis teks lainnya, teks prosedur memiliki kaidah kebahsaannya sendiri yang perlu kita perhatikan dalam menulis teks prosedur. Berikut yang merupakan kaidah kebahasaan teks prosedur:

  • Konjungsi temporal
  • Kata kerja mperatif
  • Verba material atau tingkah laku
  • Partisipasi manusia
  • Adanya bilangan sebagai penanda urutan
  • Adanya kalimat introgatif
  • Adanya kalimat deklaratif

Poin-poin di atas merupakan kaidah kebahasaan dalam teks prosedur. Jangan lupa untuk memperhatikan poin-poin tersebut dan terapkan pada teks prosedur yang Anda buat. Tujuannya adalah supaya teks prosedur yang kita buat lebih baik dan mudah dimengerti oleh pembaca.

Contoh Teks Prosedur

Sebelum membuat teks prosedur, kita perlu memahami terlebih dahulu bagaimana strutktur teks prosedur. Memahami strukturnya sangatlah penting supaya teks yang dibuat menjadi sistematis berdasarkan strukturnya. Berikut adalah struktur teks prosedur yang perlu anda pahami:

  1. Bagian pertama

Pada bagian pertama, umumnya tempat bagi judul serta maksud dan tujuan dari penulis teksnya.

  1. Bagian kedua

Pada bagian kedua, isinya adalah hal-hal yang diperlukan dalam proses prosedur tersebut atau persiapan barang yang diperlukan sebelum melakaukan tahapan-tahapan selanjutnya.

  1. Bagian ketiga

Bagian ini berisi langkah-langkah untuk prosedur yang dimaksudkan.

Contoh:

Cara membuat telur mata sapi

Bahan-bahan:

  1. Siapkan satu butir telur
  2. Siapkan margarin atau minyak goreng secukupnya
  3. Siapkan garam secukupnya

Alat:

  1. Siapkan penggorengan, bisa wajan atau teflon
  2. Siapkan spatula
  3. Siapkan kompor
  4. Siapkan piring

Cara membuat:

  1. Pertama-tama, nyalakan api kompor dengan ukuran yang sedang.
  2. Lalu, letakkan wajan atau teflon di atas nyala api tersebut. Masukkan mentega atau minyak goreng secukupnya (jika mentega, tunggu hingga meleleh).
  3. Pecahkan telur dan tumpahkan isinya ke dalam penggorengan, taburkan garam secukupnya.
  4. Supaya telur matang dengan sempurna, Anda boleh membalik telur tersbut dengan spatula.
  5. Jika telur sudah matang, angkat dari penggorengan lalu tiriskan supaya minyaknya dapat hilang. Lalu letakkan di atas piring, dan telur mata sapi tersebut siap untuk disajikan.

Cara membuat teh manis

Bahan-bahan:

  1. Siapkan 1 kantung teh celup
  2. Siapkan gula secukupnya
  3. Air hangat/panas

Alat-alat:

  1. Siapkan 1 gelas/cangkir
  2. Siapkan sendok teh

Cara membuat:

  1. Pertama-tama, masukkan gula secukupnnya ke dalam cangkir/gelas yang digunakan.
  2. Tuangkan air hangat/panas ke dalamnya.
  3. Selanjutnya, celupkan kantung teh celup hingga airnya berubah warna dan aduk menggunakan sendok sampai gulanya larut dalam air.
  4. Teh manis siap untuk disajikan.

Contoh Teks Prosedur Sederhana

Contoh-contoh teks prosedur di atas merupakan teks-teks prosedur kompleks karena memuat banyak hal, seperti bahan-bahan, peralatan, dan langkah-langkahnya. Di lain hal, ada teks prosedur yang bentuknya sangat sederhana. Teks ini berisi prosedur ringan yang umumnya terdiri dari beberapa langkah atau tahapan saja.

Contoh:

Cara menggunakan kompor listrik

  1. Jika ingin menggunakan kompor listrik untuk masak, sekiranya gunakan untuk hal-hal yang ringan saja; jangan terlalu berat. Misal memasak air, memasak nasi goreng, atau menumis.
  2. Untuk membuat nasi goreng memakai kompor listrik, sembari menunggu kompor tersebut panas merata, Anda bisa meletakkan penggorengan yang digunakan di atas kompor listrik yang sedang dipanaskan tersebut. Sehingga waktu untuk memasak nasi gorengnya lebih cepat karena wajan penggorengan sudah panas terlebih dahulu. Juga, saat penggorengan masih belum panas, jangan buru-buru mmengeluarkan nasi dari rice cooker. Lebih baik keluarkan nasinya saat wajan sudah panas, dan Anda bisa memasukkan bumbu-bumbu yang diperlukan.
  3. Jika Anda ingin membuat rending atau kue, alangkah baiknya jangan menggunakan kompor listrik. Kompor listrik lebih lama untuk panas jika dibanding kompor-kompor yang menggunakan gas. Jadi, karena lama untuk panas, maka prosesnya jelas lebih lama.

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita sering menjumpai teks-teks prosedur. Baik itu prosedur penggunaan alat elektronik yang ada di buku panduannya, tata cara memasak dari majalah, atau cara mengurus suatu dokumen. Tak dapat disangkal lagi, keberadaan teks prosedur sangat bermanfaat bagi kehidupan kita karena benar fungsinya untuk memberi petunjuk dan memudahkan kita melakukan suatu pekerjaan.

Setelah mencermati berbagai informasi di atas mengenai semua tentang teks prosedur, Anda bisa untuk sekedar berlatih membuat teks prosedur baik itu dalam bentuk kompleks atau sederhana sebagai bekal dikemdian hari. Setidaknya, informasi ini akan berguna bagi Anda jika suatu saat dihadapkan dengan keadaan yang perlu membuat teks prosedur.

Tinggalkan komentar