Perubahan Iklim Terhadap Laut

Perubahan iklim merupakan masalah yang sedang dihadapi semua bangsa di dunia termasuk Indonesia. Masalah ini akan berdampak pada setiap sendi kehidupan manusia, hal ini tentu harus mendapatkan perhatian khusus bila tidak ingin bertambah parah.

Meskipun dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti dengan adanya alat pengukur cuaca atau weather station dan satelit pemantau cuaca membuat manusia dapat memantau kondisi iklim, namun bila kita tidak berbuat banyak maka akan sulit mencegah perubahan iklim yang ekstrim.

Selain dampak yang dapat kita rasakan di daratan, perubahan iklim yang ekstrim juga berdampak pada lautan. Meskipun begitu dampaknya juga akan kita rasakan walau tidak secara langsung. Lalu apa sajakah dampak perubahan iklim terhadap laut :

1. Meningkatnya suhu global

Pada tahun 1997 tercatat ada lima gelombang panas yang disebut – sebut sebagai gelombang paling panas, hal ini menyebabkan meningkatkan temperatur global yang menjadi penyebab melelehnya es di kutub. Gelombang panas juga menyebabkan meningkatnya permukan air laut dan meningkatnya frekuensi terjadinya badai.

Namun patut diketahui bahwa peningkatan suhu global ini merupakan rata – rata sari setiap daerah di bumi, jadi bisa saja pada suatu daerah mengalami peningkatan yang berarti, peningkatan yang biasa saja bahkan ada yang mengalami penurunan.

2. Melelehnya es di kutub dan peningkatan permukaan air laut

Seperti yang sudah dibahas tadi bahwa peningkatan suhu global dapat membuat es kutub mencair dan meningkatkan permukaan air laut. Bahkan ada yang menyebutkan pada musim panas sekitar tahun 2050 daerah kutub utara akan bebas es yang berakibat pada peningkatan permukaan air laut yang ekstrim, kerusakan ekosistem kutub dan kepunahan spesies kutub.

3. Perubahan cuaca yang sulit diprediksi

Dengan adanya perubahan iklim tentu juga akan membuat sulit diprediksinya kondisi cuaca, mungkin pada beberapa daerah akan meningkat intensitas hujannya yang dapat menyebabkan banjir. Selain itu dapat juga pada daerah lain mengalami gelombang panas yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kekeringan. Semantara itu dampak perubahan iklim juga akan berdampak pada lautan dengan sering terjadinya badai topan.

4. Meningkatnya keasaman air laut

Sejak tahun 1955, sekitar 90% kelebihan panas di atmosfer diserap oleh air laut dan diperkirakan juga sejak revolusi industri sekitar setengah dari kelebihan karbondioksida telah diserap oleh laut. Sebagian dari karbondioksida tersebut bereaksi menjadi asam karbonat yang berakibat pada meningkatnya tingkat keasaman pada air laut.

Dampak langsung dari meningkatnya tingkat keasaman air laut ini adalah fenomena coral bleaching dimana terumbu karang yang warna – warni berubah menjadi putih dan koral yang memutih akan menjadi rentan dan mudah mati.

Bahkan sejak tahun 1985 kita sudah kehilangan setengah dari koral yang ada di laut. Bahkan pada tahun 2050 jika hal ini terus berlangsung akan membuat seluruh koral hilang karena tingkat pencemaran yang terlalu cepat tidak dapat diimbangi oleh kemampuan beradaptasi koral. Akibatnya sekitar 25% spesies laut akan mengalami dampaknya.

Oleh karena itu saat ini para ilmuwan sedang mengembangkan cara untuk menumbuhkan koral di laboratorium dan melakukan guided evolution agar koral bisa beradaptasi dengan lebih baik. Hal ini diharapkan menjadi angin segar untuk upaya pencegahan kepunahan koral.

Kategori Umum

Beni Kristiana

Blogger, Internet Marketer yang tertarik dengan dunia Internet. Bercita-cita ingin sukses dari dunia Online.

Tinggalkan komentar