Kesalahan Pencari Kerja

Lelah dan bosan karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan?

Untungnya Anda tidak sendiri, banyak rekan-rekan Anda yang juga masih menjadi pengangguran.

Jika Anda lulusan SMK atau sederajat, maka Anda lebih beruntung, karena banyak juga yang bersekolah lebih tinggi daripada Anda, entah itu diploma, S1 maupun S2 yang juga masih berstatus sebagai pengangguran.

Mengapa saya bilang lebih beruntung?

Karena selain biaya yang mereka keluarkan untuk kuliah, tentu beban moral yang mereka terima lebih tinggi di masyarakat.

Anda mungkin pernah mendengar kalimat nyinyir yang tidak nyaman ditelinga seperti ini di masyarakat…

Sekolah tinggi-tinggi kok pengangguran?”

Sekolah tinggi-tinggi kok susah cari kerja?”

Dan kalimat-kalimat nyinyir lainnya yang membuat panas hati dan telinga Anda.

Disini saya akan menjelaskan beberapa kesalahan yang dilakukan oleh para pencari kerja seperti Anda sehingga Anda sulit mendapatkan pekerjaan.

1 Terlalu memilih pekerjaan

Memilah dan memilih pekerjaan yang sesuai keinginan ataupun passion Anda tidaklah salah. Karena sudah menjadi hal yang lumrah jika setiap orang selalu ingin yang terbaik untuk dirinya.

Namun, akan menjadi sebuah kesalahan ketika Anda menjadi terlalu pemilih dan idealis.

Ingat, tidak akan ada pekerjaan ideal jika Anda masih menjadi seorang karyawan.

Jadi, janganlah menjadi terlalu pemilih. Tanamkan prinsip asalkan bukan pekerjaan yang haram dan niatkan pekerjaan Anda sebagai ladang ibadah untuk Anda.

Jika Anda menggunakan pola pikir seperti ini, maka Anda akan tulus mengerjakan pekerjaan apapun yang dibebankan kepada Anda dan tentunya berimbas kepada ketenangan dalam hidup Anda.

2 Terlalu percaya kepada kemampuan diri sendiri dan tidak meminta kepada Allah

Terlalu percaya kepada kemampuan diri sendiri tanpa meminta kepada Allah merupakan salah satu bentuk kesombongan.

Dan mungkin itu salah satu kesalahan yang menghambat Anda dalam mendapatkan pekerjaan.

Agar mendapatkan pekerjaan, Anda harus menggabungkan antara usaha dan doa. Tidak cukup hanya usaha saja tanpa doa, apalagi hanya doa saja tanpa berusaha.

Jika Anda telah menggabungkan keduanya namun belum terlihat juga hasilnya, maka yang harus Anda lakukan adalah introspeksi diri.

Sudah benarkah usaha Anda? Dalam hal ini, sudah benarkah surat lamaran kerja Anda, sudah benarkah CV Anda, dan lain sebagainya.

Jika Anda merasa usaha Anda sudah benar, maka selanjutnya introspeksilah doa Anda.

Sudahkah Anda memenuhi syarat-syarat terkabulkannya doa? Sudahkah Anda menjauhi penghalang-penghalang doa? Dan lain sebagainya.

Jika Anda yakin keduanya sudah terpenuhi, maka bersabarlah dan tetap berusaha. Allah tidak akan mengecewakan hamba yang berdoa dan berharap kepada-Nya.

3 Tidak mau belajar dari kegagalan

Salah satu yang membuat Anda masih berstatus sebagai pengangguran adalah Anda tidak belajar dari kegagalan.

Ketika gagal dalam sebuah tahap seleksi kerja, maka Anda harus belajar dari kegagalan tersebut. Anda harus mengevaluasi apa yang menyebabkan Anda gagal.

Contohnya, ketika Anda gagal dalam tahap psikotes, maka Anda harus mengevaluasi pada tes bagian mana kira-kira Anda mengalami kesulitan.

Nah, pada tes bagian itulah Anda harus mempelajari dan melatihnya kembali sampai Anda berhasil menguasainya. Karena berdasarkan pengalaman, tes seleksi kerja ya begitu-begitu saja dimana pun Anda melamar kerja.

Anda bisa mempelajari tes psikotes di artikel contoh soal tes psikotes.

Contoh lainnya adalah ketika Anda gagal dalam tahap wawancara kerja, maka Anda harus mengevaluasi di poin mana Anda lemah dan bagaimana cara memperbaikinya.

Dan seperti itulah pola pikir yang harus Anda tanamkan dalam menyikapi kegagalan dalam tahap seleksi kerja.

Demikianlah 3 kesalahan para pencari kerja yang harus Anda hindari agar bisa memuluskan langkah Anda dalam mencari pekerjaan.

Kategori Umum

Tinggalkan komentar