Ide Taman Rumah

Berkebun bukan hanya hobi, namun juga merupakan bentuk seni. Inilah yang bisa kamu coba pada taman rumah.

Meskipun sebagian besar taman adalah hasil dari proses alam, banyak yang juga merupakan perluasan imajinasi pembuat taman atau tukang kebun.

Beberapa pembuat taman memiliki tujuan untuk menanam tanaman tertentu.

Ada yang berusaha memperbaiki lingkungan, ada juga tukang kebun yang membuat kreasi dari ruang terbatas, dan ada tukang kebun yang hanya menikmati gaya berkebun tertentu.

Salah satu gaya yang popular saat ini, yakni taman hidroponik. Nyatanya, tak hanya itu. 5 jenis taman ini bisa pula kamu aplikasikan untuk mewujudkan rumah idaman yang begitu cantik!

Yuk, kita intip jenis taman-taman apa saja yang bisa kamu aplikasikan.

Tak Sekedar Berkebun, 6 Jenis Taman Ini Mampu Tingkatkan Estetika Rumah

1. Vertical Garden

taman vertikal

Vertical garden adalah taman yang tumbuh ke atas (vertikal) menggunakan teralis atau sistem pendukung lainnya, bukan di tanah (secara horizontal).

Apa pun yang tumbuh di atas teralis atau bahkan pagar secara teknis adalah bagian dari taman vertikal.

Teknik ini dapat digunakan untuk membuat pembatas di antara area berbeda, memberikan privasi untuk halaman atau rumah Anda.

Akhir-akhir ini taman vertikal juga dapat digunakan untuk menanam bunga dan bahkan sayuran.

Berkebun vertikal digunakan oleh banyak orang sebagai cara memaksimalkan potensi taman yang dimiliki.

Struktur sederhana yang dibentuk oleh tiang dapat memungkinkan tanaman kacang untuk tumbuh secara vertikal, memaksimalkan potensi dibanding menanam di taman horizontal biasa.

2. Taman Hidroponik

Hidroponik adalah bagian dari hidrokultur, merupakan tanaman yang tumbuh di tanah yang kurang medium, atau lingkungan berbasis air.

Pertumbuhan hidroponik menggunakan larutan nutrisi mineral untuk memberi makan tanaman di air tanpa menggunakan tanah.

Ketika Anda memikirkan hidroponik, Anda mungkin langsung membayangkan tanaman yang tumbuh dengan akarnya langsung tecelup ke air tanpa media tumbuh.

Namun, ini hanyalah salah satu jenis tanaman hidroponik yang dikenal sebagai N.F.T. (nutrient film technique).

3. Rooftop Garden

Roof garden adalah taman yang terletak di atap datar sebuah bangunan.

Selain mempunyai manfaat dekoratif, roof garden dapat menyediakan makanan, kontrol suhu, manfaat hidrologi, peningkatan arsitektur, peluang rekreasi, dan dalam skala besar bahkan mungkin memiliki manfaat ekologi.

Roof garden sering dibuat oleh orang-orang di lingkungan perkotaan.

Tanaman pada roof garden memiliki kemampuan untuk mereduksi penyerapan panas keseluruhan bangunan yang akan mengurangi energi yang dikonsumsi.

Melalui perhitungan, di Jepang roof garden dapat menurunkan 0,11 – 0,84 °C  suhu di Tokyo jika semua atap yang ada di Tokyo ditanam dengan tanaman hijau.

4. Taman Jepang

Air adalah bagian penting dari taman Jepang.

Taman ini fokus pada detail dengan menghormati benda-benda sehari-hari yang ditemukan di alam, seperti bebatuan, tanaman tertentu, lentera, dan struktur kayu atau bambu (seperti pagar atau jembatan).

Tidak seperti kebanyakan taman lain, taman Jepang menekankan kesederhanaan daripada banyaknya jumlah tanaman.

5. Taman Mediterania

Taman Mediterania mempunyai ciri khas negara-negara seperti Spanyol, Yunani, Italia, dan Maroko.

Taman ini adalah jenis taman yang disesuaikan dengan klimatologi yang ada di daerah Mediterania yang dicirikan oleh musim dingin yang sangat ringan dan taman yang harus bertahan dari kekeringan musim panas yang kuat.

Taman Mediterania sangat mencolok terutama untuk warna dan aroma dan dibentuk oleh pohon-pohon rindang, bunga, dan tanaman warna-warna cerah dan sangat aromatik.

Selain itu, biasanya dibuat beberapa ruang berbatu dengan tanaman aromatik seperti Lavender, Romero dan Thyme.

Tanaman bunga lainnya seperti anyelir, bunga lili, melati dan oleander juga sering digunakan.

Tanaman tersebut adalah tanaman musim panas yang mudah dipelihara, dapat tahan terhadap panas dan paparan sinar matahari langsung.

Taman Mediterania mempunyai gaya taman yang paling menyenangkan di antara yang lainnya karena taman ini memiliki rasa “keanggunan”.

6. Taman Klasik

Taman klasik memiliki ciri-ciri tanaman yang terawat, terpotong, terkontrol, dan taman yang rapi. Taman ini juga sering dilengkapi dengan air mancur, kolam, patung, pot, hamparan rumput, dan batu.

Taman ini biasanya diatur dengan sangat rapi dan simetris. Taman ini terinspirasi dari taman pada zaman romawi kuno.

7. Taman Minimalis

taman minimalis dalam rumah
taman minimalis dalam rumah

Taman minimalis memiliki clean lines, warna-warna netral, dan tanaman hijau yang dipangkas rapi.

Gaya kontemporer ini tampak hebat di rumah-rumah modern, dan sempurna bagi mereka yang ingin menciptakan oasis dari kehidupan modern.

Taman minimalis bersifat sederhana namun elegan, dan penting untuk desain agar tetap menarik.

Lansekap keras merupakan hal penting di taman minimalis. Bahan alam seperti batu tulis, batu kapur, dan marmer dapat menciptakan fitur menarik seperti teras dan jalan, sementara kerikil atau batu dapat menggantikan bunga dan rumput bagi mereka yang menginginkan taman dengan perawatan rendah.

Ragam variasi garden di atas bisa kamu coba. Semuanya bagus, kok.

Tapi.

Ada satu hal yang perlu kamu pertimbangkan, yakni tema rumah.

Usahakan memilih taman yang sesuai dengan tema rumah. Alhasil, ruang demi ruang nantinya akan senada dengan taman sehingga nilai padu pada rumah akan tercipta.

Semoga bermanfaat, ya!

Reyhan Ivandi

Just a litle boy who passionate in blogging and coding soon.

Tinggalkan komentar