Contoh Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah sekumpulan daftar yang memuat sumber-sumber dari pustaka yang dikutip oleh seseorang. Ketika menulis berupa artikel ilmiah, tugas perkuliahan, skripsi, tesis, disertasi atau tulisan lainnya, kadang penulisnya sering mengutip tulisan, gagasan, ide, atau hasil karya orang lain untuk menunjang argumentasi tulisannya. Oleh sebab itu, penulis wajib membuat daftar pustaka atas tulisan, ide, atau gagasan yang telah ia kutip. Jika tidak, maka penulis tersebut dapat dianggap sebagai plagiat, yaitu mengutip ide, gagasan, maupun tulisan dari orang lain tanpa mengakui dan menyebutkan sumber kutipannya.

Selain itu, daftar pustaka sangat penting untuk disusun untuk menghargai hasil karya orang lain. Penelitian, ide, dan gagasan yang telah dilakukan seseorang tentu dilakukan dengan menghabiskan banyak tenaga, curahan pikiran, modal finansial, serta waktu yang tak sedikit. Oleh sebab itu, membuat daftar pustaka berarti kita turut menjaga sportivitas dan kode etik penulisan. Untuk dapat membuat daftar pustaka, kita harus menyertakan sitasi atau kutipan di dalam naskah tulisan, umumnya berupa nama penulis dan tahun penulisan kutipan. Setelah itu, kutipan tersebut baru dapat dibuat daftar pustaka.

Prinsip-Prinsip untuk Menulis Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka harus memerhatikan hal-hal berikut:

1. Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir di sebuah tulisan dan sebelum lampiran

2. Daftar pustaka ditulis secara konsisten

3. Setiap pustaka dalam daftar pustaka harus ada kutipannya di dalam naskah tulisan

Contoh penulisan kutipan dalam naskah tulisan:

Menurut Santosa (2015), Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sembilan macam bentuk lahan, yaitu bentuk lahan vulkanik, fluvial, struktural, solusional, organik, denudasional, antropogenik, aeolian, dan marin.

Contoh daftar pustaka dengan style American Physiological Association 6th Edition:

Santosa, L. W. (2015). Keistimewaan Yogyakarta dari Sudut Pandang Geomorfologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

4. Terdapat beberapa kaidah daftar pustaka. Setiap bidang ilmu, instansi, atau negara, umumnya memiliki style tersendiri. Semua dapat diterapkan, tetapi penggunaan style daftar pustaka harus taat asas dan konsisten. Dalam satu tulisan hanya diperbolehkan untuk menggunakan satu style saja dan harus konsisten dari awal hingga akhir

Style Daftar Pustaka

Terdapat banyak cara atau style untuk menulis daftar pustaka. Umumnya, style penulisan daftar pustaka ditentukan oleh instansi afiliasi penulisan. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui style apa yang harus kita gunakan untuk menulis daftar pustaka. Macam-macam style untuk menulis daftar pustaka adalah sebagai berikut:

  1. American Medical Association
  2. American Political Science Association
  3. American Psychological Association 6th edition
  4. American Sociological Association
  5. Cite The Right 10th edition – Harvard
  6. IEEE
  7. Modern Humanities Research Association 3rd edition (note with bibliography)
  8. Modern Language Association 8th edition
  9. Nature

Style yang sering digunakan di Indonesia adalah style American Physiological Association 6th Edition. Style ini sering digunakan di penulisan-penulisan resmi di Indonesia, misalnya untuk penulisan paper pada kumpulan jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi. Cara penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut:

  1. Penulisan nama pengarang dibalik, yaitu nama belakang ditulis terlebih dahulu kemudian diikuti singkatan nama depannya

Contoh:

Penulis: Lucky Puspitasari

Penulisan dalam daftar pustaka: Puspitasari, L.

  1. Daftar pustaka disusun berurutan secara alphabet dengan mendasarkan pada nama akhir penulis pertama

Contoh daftar pustaka:

Anggi, T. (2007). Kopi Hitam. Yogyakarta: Shine Publisher.

Binta, K. (2015). Satwa Indonesia. Semarang: Green Publisher.

  1. Apabila terdapat artikel dengan jumlah lebih dari satu tetapi nama pengarang sama, maka urutan daftar pustaka didasarkan pada tahun terbit, yaitu dimulai dari tahun terdahulu.

Contoh:

Anggi, T. (2003). Kopi Luwak. Yogyakarta: Shine Publisher.

Anggi, T. (2007). Kopi Hitam. Yogyakarta: Shine Publisher.

  1. Ketika terdapat pengarang dengan dua artikel, yang pertama sebagai pengarang tunggal sedangkan yang kedua sebagai pengarang yang pertama, maka yang lebih dulu diletakkan adalah pengarang tunggal.

Contoh:

Anggi, T. (2003). Kopi Luwak. Yogyakarta: Shine Publisher.

Anggi, T. dan Silvia, A. (2000). Kopi Robusta. Yogyakarta: Shine Publisher.

  1. Daftar pustaka yang memiliki pengarang pertama sama, sedangkan pengarang kedua dan ketiga berbeda, maka diurutkan berdasarkan alphabet dari urutan pengarang kedua atau ketiga.

Anggi, T. dan Cintia, W. (2003). Kopi Indonesia. Yogyakarta: Shine Publisher.

Anggi, T. dan Silvia, A. (2000). Kopi Robusta. Yogyakarta: Shine Publisher.

Contoh Daftar Pustaka dari Berbagai Sumber

1. Buku

Anggi, T. dan Cintia, W. (2003). Kopi Indonesia. Yogyakarta: Shine Publisher.

2. Majalah dengan Satu Penulis

Bobby, A., III. (9 Juni 2017). Berburu belut. Good, 136, hal. 78-79.

3. Nama Penerjemah yang ditambahkan Kepada Nama Penulis

Nenna, L. (2000). Prinsip Hidup, (Diterjemahkan oleh L.L. Sinda). Hollyland: Hollyland Press.

Artinya, buku tersebut dikarang oleh Nenna, kemudian diterjemahkan oleh L.L. Sinda dan diterbitkan di Hollyland oleh Hollyland Press.

4. Laporan Penelitian, Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Puspitasari, L. (2018). Pemetaan Kesehatan Tanah di Kulon Progo. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Hangga, K. (2016). Perencanaan Studi Lanjutan di Yogyakarta. Disertasi. Yogyakarta: Fakultas Pendidikan Universitas Jaya.

5. Jurnal dengan Satu Penulis

Sind, B. (1999). Geomorfologi Kebencanaan di Kawasan Perdesaan. Environmental, 9(4), hal. 154-165.

6. Jurnal dengan 2-6 Penulis

Linggo, K., Dirda, L., Hans, L. (2003). Journey in the North Area. Journey, 9(5), hal. 87-96.

7. Jurnal dengan Penulis yang Lebih dari 6, Maka Setelah Penulis Keenam ditambahkan dkk. jika Jurnal Bahasa Indonesia; atau et al jika Jurnal Bahasa Inggris.

Anda, H., Masi, K., Kouy, J., Gio, L., Habb, J., Faay, D., et al. (2004). Writing in the Air with Pencil. Journal of Air. 76(5), hal. 24-35.

8. Makalah dalam Symposium atau Prosiding suatu Seminar

Anggrek, K. (2007). Penyebaran Penyakit Malaria di Indonesia, Dalam: Proceeding of Desease, diedit oleh: Desease Project, Jakarta. hal. 25-32.

9. Publikasi Pemerintah, Badan Dunia, atau Organisasi Lainnya

National Institute of Mental Health. (1990). Clinical training in serious mental illness (DHHS Publication No. ADM 90-1679). Washington, DC: U.S. Government Printing Office.

10. Brosur atau Leaflet

Research Center. (2005). Petunjuk penggunaan alat cetak [Brosur]. Gingham: Author.

11. Majalah tanpa Penulis atau Editor

Mahasiswa Indonesia harumkan nama bangsa di kejuaraan catur internasional. (12 Februari 2001). Derap, hal 7.

12. Hasil Review Buku, Jurnal, atau Sumber yang Lainnya

Daina, K. (2006). Kedalaman makna seorang wanita [Hasil review buku Wanita Perkasa]. Psychology, 67, hal. 243-253.

13. Ensiklopedia

Kansa, L. (2001). Tenaga. Dalam Ensiklopedia sains (Vol. 4, hal. 132-140). Sleman: Ensiklopedia Anak.

14. Jurnal Online

Kimba, G. (2007). Status kesehatan gizi anak di Semarang. Jurnal Gizi, 6(2). Diterima 5 Januari 2008, dari http://www.jurnal/gizi.html

15. Sumber dari Audio Visual atau Acara TV

Landu, H. (Produser). (3 Agustus 2009). Kemiskinan di Indonesia. [Berita TV]. Yogyakarta: Jogja TV.

Whases

Official Writer BlogHUD.com

Tinggalkan komentar