Akad dalam Asuransi Syariah

Banyak dari kita yang mungkin saja belum mengetahui tentang akad asuransi syariah. Dalam tinjauan syariah yang namanya akad ini tentunya sangatlah penting, karena ini sebagai salah satu pintu menuju keridhaannya. Sebenarnya akad yang ada di dalam asuransi syariah ini dibagi menjadi dua, yaitu tijarah dan tabbaru’.

Bagaimana akad tabarru’ dan tijarah tersebut bekerja?

Implementasi dari kedua system tersebut bisa anda lihat di bawah ini:

Akad tabarru’

Akad tabarru’ yaitu kontrak atau akad yang dipakai dalam asuransi syariah dengan melibatkan hubungan antara para pemegang polis atau peserta yang lainnya yaitu akad tabarru’.

Pada akad tabarru’ ini para nasabah akan memberikan hibah yang dalam hal ini dipakai dalam menolong atau membantu nasabah yang lainnya yang terkena musibah.

Sedangkan untuk perusahaan asuransi dalam hal ini hanya bertindak sebagai pengelola dana hibah saja. Untuk lebih jelasnya kita bisa melihat sifat dari akad tabarru’ ini.

Sifat dari akad tabarru’ :

  1. Peserta asuransi pemegang polis satu dengan yang lainnya saling menanggung resiko yang terjadi.
  2. Bag setiap pemegang polis atau peserta dalam hal ini akan melakukan pembayaran hibah dan juga dalam hal ini menerima hibah atau bantuan dan dalam hal ini juga saling membagi resiko. Inilah yang juga disebut sebagai konsep sharing of risk (saling menanggung risiko).
  3. Sifat akad tabarru’ ini tidak memiliki tujuan komersial (mencari keuntungan).

Akad tijarah

Akad tijarah yaitu biasanya digunakan dalam transaksi yang melibatkan hubungan antara nasabah atau pemegang polis/peserta dengan perusahaan asuransi dalam hal ini tentunya memiliki fungsi untuk melaksanakan tugas-tugan operasional dan administrasi yang ada pada perusahaan itu sendiri

Pada Akad Tijarah ini, dari pihak perusahaan asuransi memiliki peran sebagai pengelola atau mudharib dan peserta dalam hal ini memiliki peran sebagai pemegang polis (shahibul mal). Supaya lebih jelas bisa Anda lihat pada sifat dari akad tijarah tersebut.

Sifat dari Akad Tijarah

  1. Dalam hal ini perusahaan asuransi syariah memiliki peran sebagai underwriter atau dalam artian lain sebagai penilai resiko, collector/ sebagai pengumpul iuran tabarru, dan sebagai pengelola dana investasi dari para peserta asuransi.
  2. Perusahaan asuransi syariah bukan hanya sebagai pemilik dana kontribusi/premi dari peserta, akan tetapi perusahaan asuransi syariah hanya memiliki tindakan sebagai pemegang amanah untuk mengelola dana tersebut.
  3. Dari perusahaan asuransi syariah tentunya akan menerima biaya pengelolaan serta memiliki fungsi sebagai administrator atau sebagai pengelola.
  4. Dalam hal ini perusahaan asuransi syariah tentunya akan mendapatkan bag hasil atau biaya dengan adanya upaya yang maksimal dana yang terhimpun dalam dana tabarru’

Pada dasarnya dari hal diatas bisa disimpulkan bahwa sifat dari akad pada transaksi antara pemegang polis/peserta asuransi syariah yaitu tabarru’ dan nama akadnya adalah Akad Hibah.

Kemudian untuk sifat akad pada transaksi antara pemegang polis/peserta asuransi syariah dengan perusahaan asuransi dan reasuransi syariah yaitu tijarah, dalam hal ini nama akadnya yaitu Akad Wakalah Bil Ujrah, baik hal itu untuk akad yang berhubungan dengan penerimaan biaya pengelolaan atau yang berhubungan  dengan pengelolaan investasi.

Sekiranya untuk Anda yang mencari informasi berkaitan dengan akad asuransi syariah, saat ini sudah sangat jelas kami jelaskan diatas. Dalam syariah yang namanya akad ini sangatlah penting sekali, karena bisa merubah sesuatu yang haram menjadi halal untuk dilakukan.

Bagi yang masih bingung apa itu asuransi syariah dan apakah memang dianjurkan dalam agama. Untuk lebih lengkapnya, tentu Anda harus mengetahui pengertian asuransi syariah dan perbedaannya dengan asuransi konvensional.

Kategori Umum

Muhammad Afif

penulis (abal-abal) - fotografer (ecek-ecek)

Tinggalkan komentar